Nusantara Arts Showcase 2026
| SDGs | 4 dan 17 |
| Started | 15.45 WIB Tuesday, April 21, 2026 |
| Ended | 17.15 WIB Tuesday, April 21, 2026 |
| Number of participants | ±40 People |
| Program Studi yang terlibat | PSP |
| Service Hours | 3 Hours |
| Beneficiaries | Kranji Secondary School Singapura |
| Location | 61 Choa Chu Kang Street 51, Singapore 689333 |
| Collaborator | The malay Heritage Foundation |
| Impact Scale | International |
Nusantara Arts Showcase 2026: Kolaborasi UM dan Malay Heritage Foundation Perkuat Jejaring Seni Internasional (SDGs 4 & 17)
Pelatihan tari dalam rangka Nusantara Arts Showcase 2026 yang diselenggarakan oleh The Malay Heritage Foundation berlangsung pada 21 April 2026 di Kranji Secondary School, Singapura, menghadirkan dua narasumber dari Prodi Pendidikan Seni Perytunjukan UM yakni Ika Wahyu Widyawati M.Pd dan Dr. Wida Rahayuningtyas M.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan inklusif dan kemitraan pendidikan internasional dalam kerangka SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan akses pembelajaran seni yang lebih luas bagi siswa, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. The Malay Heritage Foundation sebagai penyelenggara mendorong kemitraan pendidikan lintas negara guna memperkaya sumber daya pendidikan dan memperluas pertukaran pengetahuan budaya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan lembaga budaya dalam memperkuat kerja sama internasional. Dalam konteks SDGs 17, kegiatan ini menekankan pentingnya aksi kolektif dan penguatan kapasitas melalui pertukaran pengetahuan, khususnya dalam bidang seni pertunjukan tradisional yang memiliki nilai edukatif dan historis.
Selama pelaksanaan kegiatan di Kranji Secondary School, peserta yang merupakan siswa mendapatkan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar tari hingga praktik langsung. Narasumber menyampaikan teknik gerak, ekspresi, serta filosofi tari grebeg sabrang Malang sebagai bagian dari sumber daya pendidikan yang memperkaya pembelajaran seni. Pendekatan ini juga mendukung pelatihan guru dan peningkatan kualitas pendidikan terjangkau.
Ika Wahyu Widyawati M.Pd dalam sesi pemaparannya menekankan pentingnya pendidikan berbasis budaya sebagai bagian dari kesetaraan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran seni tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai media untuk memahami identitas dan nilai sosial. Hal ini sejalan dengan upaya memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda melalui kemitraan pendidikan internasional.
Sementara itu, Dr. Wida Rahayuningtyas M.Pd menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif dan partisipatif. Dalam kutipan resminya, ia menyatakan, “Kerjasama UM dengan Malay Heritage Singapura untuk pelatihan tari topeng Malang menjadi langkah strategis dalam pertukaran pengetahuan dan penguatan kolaborasi berkelanjutan.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis budaya.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta, terutama dalam memperkenalkan tari topeng Malang kepada siswa Malay Heritage Foundation Singapura. Selain meningkatkan keterampilan seni, pelatihan ini juga memperluas wawasan budaya dan memperkuat nilai inklusi sosial dalam pendidikan. Hal ini sejalan dengan prinsip SDGs 4 yang menekankan kesetaraan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat bagi semua.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pengembangan program lanjutan yang berfokus pada pertukaran budaya dan pendidikan. Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan lembaga budaya, diharapkan tercipta jaringan kemitraan global yang lebih kuat dalam mendukung pengembangan seni pertunjukan.
Secara keseluruhan, pelatihan tari ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemitraan global yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan berkualitas dan kerja sama internasional di bidang seni dan budaya.




