Pohon Budi International Collaborative Exhibition, Kolaborasi Universitas Negeri Malang dan UiTM Malaysi, serta 12 Kampus Berlangsung 26–28 November 2025
Malang, 28 November 2025 — Pameran internasional bertajuk “Pohon Budi – International Exhibition” yang berlangsung pada 26–28 November 2025 resmi ditutup dengan capaian luar biasa. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Malang (UM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, menghadirkan karya-karya unggulan dari dosen dan mahasiswa dalam bingkai eksplorasi visual lintas budaya. Pameran ini dikuratori oleh Andreas Syah Pahlevi (UM) dan Sumardianshah bin Silah (UiTM), dua akademisi dan praktisi seni yang dikenal aktif dalam pengembangan wacana desain dan seni rupa kontemporer di Asia Tenggara. Dengan pendekatan kuratorial yang menekankan nilai “budi” sebagai akar moralitas, kreativitas, dan hubungan manusia dengan alam, pameran ini menghadirkan refleksi seni yang sarat makna dalam konteks modern.
87 Karya dari 14 Institusi Berpartisipasi
Gelaran Pohon Budi mencatat partisipasi yang sangat luas, yakni 87 submisi karya dari 14 institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Institusi peserta meliputi:
- Universitas Negeri Malang
- Universiti Teknologi MARA (Malaysia)
- Institut Seni Indonesia Padang Panjang
- Universitas Negeri Makassar
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Brawijaya
- Universitas Negeri Medan
- Universitas Negeri Semarang
- Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
- Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang
- Universitas Bhinneka Nusantara
- Universitas Ma Chung
- Universitas Telkom Bandung
- Universitas Nusa Putra
Beragam perspektif dan latar belakang akademik tersebut memperkaya dinamika pameran, menjadikannya sebuah pertemuan wacana visual yang menampilkan kekayaan budaya, pendekatan metodologis, serta pemikiran kritis para peserta. Pameran Pohon Budi menampilkan berbagai medium karya visual, mulai dari poster, print making, fotografi, keramik, hingga lukisan. Keragaman medium ini menjadi representasi bahwa nilai “budi” tidak hanya hadir dalam gagasan moral atau filosofis, tetapi juga terwujud dalam kebaruan teknik, proses kreatif, serta eksperimen visual yang dilakukan para seniman dan desainer. Setiap karya mengusung interpretasi unik terhadap makna “budi”—baik sebagai nilai karakter, cerminan perjalanan kehidupan, maupun hubungan manusia dengan alam dan sesamanya. Beberapa karya menghadirkan simbolisme tumbuhan sebagai metafora pertumbuhan, sementara lainnya mengekspresikan dinamika identitas melalui warna dan bentuk.
Kolaborasi Akademik dan Proyek Pembelajaran Lintas Negara
Pameran ini digagas sebagai proyek kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa kedua negara. Inisiatif ini menjadi ruang penciptaan dan pembelajaran yang mempertemukan metode berpikir visual, eksperimen kreatif, dan pertukaran budaya secara langsung.
Menurut kurator Andreas Syah Pahlevi, pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang apresiasi, tetapi juga sebagai medium akademik untuk memperkuat jejaring riset dan kolaborasi kreatif internasional. Sementara itu, kurator Sumardianshah bin Silah menekankan bahwa proyek ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global dan memahami keberagaman pendekatan artistik di Asia Tenggara.
Keberhasilan Pohon Budi – International Exhibition menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dalam bidang seni dan desain dapat berdampak signifikan dalam penguatan ekosistem kreatif kampus. Pameran ini diharapkan menjadi model bagi proyek lintas institusi selanjutnya, khususnya dalam mengembangkan praktik kreatif berbasis penelitian, nilai-nilai moral budaya, dan pembangunan karakter.
Penyelenggaraan yang melibatkan banyak institusi serta tingginya antusiasme peserta menegaskan bahwa kerja sama UM dan UiTM tidak hanya memperkuat hubungan akademik kedua pihak, tetapi juga membuka ruang dialog kreatif yang lebih luas bagi generasi muda.
Dengan berakhirnya pameran pada 28 November 2025, Pohon Budi meninggalkan kesan mendalam sebagai ruang kontemplatif, kolaboratif, dan inspiratif—menjadi akar yang terus tumbuh dalam upaya membangun masa depan kreativitas berbudaya.






