| SDGs | 16 |
| Started | 13.00 WIB Saturday, April 4, 2026 |
| Ended | 21.00 WIB Saturday, April 4, 2026 |
| Number of participants | ±90 People |
| Program Studi yang terlibat | DKV, PSRU, PSP |
| Service Hours | 8 Hours |
| Beneficiaries | Anggota Himpunan Departemen Seni & Desain |
| Location | Hyde Cafe (Rooftop Trix House), Jl. Terusan Cikampek No.31, Penanggungan, Klojen, Malang City, East Java 65113 |
| Collaborator | BEM, DMF, HMD SASRAB, HMD SASING, HMD SASINDO, |
| Impact Scale | Regional |
Transisi#1 “Gores Garis” Perkuat Transparansi Organisasi dan SDGs 16 di Malang
Kegiatan Transisi#1 bertema “Gores Garis” yang diselenggarakan oleh HMD SEDESA berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 di Hyde Cafe (Rooftop Trix House), Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi forum transparansi organisasi sekaligus ruang diskusi bagi anggota Departemen Seni dan Desain dalam rangka pergantian periode kepengurusan.
Kegiatan yang digelar di Malang ini merupakan agenda tahunan yang berfokus pada penguatan tata kelola organisasi mahasiswa. Melalui pendekatan diskusi terbuka dan berbagi pengalaman, kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 16, yakni mendorong terciptanya kelembagaan yang tangguh, transparan, dan akuntabel.
Sejak awal pelaksanaan, kegiatan dirancang sebagai wadah untuk membangun komunikasi antaranggota sekaligus memperkuat relasi internal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi program kerja yang telah dijalankan pada periode sebelumnya. Dengan demikian, setiap anggota memiliki kesempatan untuk memahami alur kerja organisasi secara menyeluruh dan berkontribusi dalam perbaikan ke depan.
Rangkaian acara dimulai dengan sesi pembukaan yang dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah delegasi organisasi mahasiswa, di antaranya perwakilan dari BEM, DMF, HMD SASRAB, HMD SASING, dan HMD SASINDO. Para pemateri menyampaikan pengalaman serta praktik keorganisasian yang telah mereka jalankan, khususnya dalam konteks perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kerja.
Selanjutnya, Badan Pengurus Harian (BPH) SEDESA bersama Ketua Pelaksana Program Kerja turut memberikan penjelasan terkait mekanisme internal organisasi. Materi yang disampaikan mencakup pembagian peran, alur koordinasi, hingga strategi pengelolaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan perencanaan. Sesi ini menjadi bagian dari diklat ruang yang bertujuan membekali anggota dengan pemahaman praktis tentang manajemen organisasi.
Dalam keterangannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan organisasi. “Kegiatan Transparansi, kegiatan tahunan rutin setiap pergantian periode HMD dan juga Ketua Pelaksana kegiatan yang akan mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi tentang pengalaman dan juga arahan yang nantinya juga bisa membantu untuk acara mendatang. Tak hanya ini, acara ini juga sebagai wadah evaluasi yang dimana dari runtutan acara sebelumnya yang bertujuan agar kegiatan berikutnya bisa menjadi lebih lancar dan terstruktur dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan oleh ketua pelaksana periode ini,” ujar perwakilan penyelenggara.
Selain sebagai forum diskusi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana bonding antar anggota keluarga besar Departemen Seni dan Desain. Interaksi yang terbangun selama kegiatan dinilai mampu mempererat hubungan interpersonal sekaligus menciptakan suasana kerja yang lebih kolaboratif. Hal ini dianggap penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kerja di masa mendatang.
Lebih lanjut, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan anggota menghadapi tantangan organisasi. Dengan adanya forum berbagi dan evaluasi, setiap anggota dapat memahami potensi kendala yang mungkin muncul serta strategi untuk mengatasinya. Proses ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan program kerja yang lebih matang dan terukur.
Kegiatan Transisi#1 “Gores Garis” ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan refleksi bersama. Melalui kegiatan ini, HMD SEDESA berharap dapat terus menjaga budaya transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi, sekaligus memperkuat kapasitas anggotanya dalam mengelola kegiatan secara profesional dan berkelanjutan di periode berikutnya.









